Video Gallery

Lihat langsung bagaimana mesin es kristal kami beroperasi dan testimoni pelanggan.

Trial mesin Es Kristal 5 ton
Featured

Trial mesin Es Kristal 5 ton

Mesin es kristal kapasitas 5 ton dari EKN (Es Kristal Nusantara) menawarkan kombinasi antara efisiensi produksi tinggi, otomasi modern, dan kemudahan perawatan untuk skala industri menengah hingga besar. 1. Otomasi Presisi dengan Panel PLC / HMI Sistem kontrol digital layar sentuh memudahkan operator memantau dan mengatur parameter produksi secara real-time. Pengaturan durasi pembekuan (1.350 detik) dan defrost (250 detik) dapat disesuaikan secara presisi untuk menjaga konsistensi kualitas dan ukuran es. 2. Siklus Produksi & Panen Sangat Cepat Satu siklus pembekuan hingga panen hanya membutuhkan waktu total sekitar 26,6 menit. Proses pelepas es (harvesting) yang singkat (hanya ~4 menit) meminimalkan es meleleh di dalam tabung, sehingga es yang keluar langsung siap dikemas tanpa mengurangi tonase. 3. Output Tinggi & Konsisten (10–11 Kantong per Siklus) Dalam satu kali panen, mesin ini mampu menghasilkan sekitar 10–11 kantong es siap edar. Tingkat produktivitas yang stabil ini memudahkan perencanaan target penimbangan dan distribusi harian tim operasional. 4. Konstruksi Full Stainless Steel (Food Grade) Seluruh rangka utama, tabung evaporator, dan jalur aliran air dibuat menggunakan material stainless steel tahan karat. Hal ini menjaga kejernihan es, memenuhi standar higienis industri pangan, serta mempermudah proses sanitasi berkala. 5. Kemudahan Servis & Dukungan Teknisi Lokal Keunggulan utama pabrikan lokal seperti EKN adalah kemudahan akses suku cadang (spareparts) dan dukungan teknisi yang lebih cepat dijangkau. Pemilik usaha tidak perlu menunggu lama untuk import komponen jika membutuhkan perbaikan atau maintenance. 6. Efisiensi Biaya Operasional per Kilogram Mengoperasikan satu mesin kapasitas 5 ton jauh lebih efisien dalam penggunaan daya listrik dan alokasi tenaga kerja dibandingkan menggunakan beberapa mesin skala kecil (1–2 ton) secara terpisah.

demo

Semua Video (1)

Menganalisa Kerusakan mesin ES
edukasi

Menganalisa Kerusakan mesin ES

Mengapa Mesin Es Sering Mati karena "Oil Protection"? (Studi Kasus & Solusi) Saat menjalankan bisnis es kristal, salah satu gangguan operasional yang sering membingungkan operator adalah mesin mati secara otomatis akibat indikator Oil Protection. Masalah ini dirancang sebagai fitur keselamatan untuk melindungi kompresor dari risiko keausan fatal. Namun, apa yang harus dilakukan jika proteksi ini terus-menerus aktif padahal kondisi fisik mesin terlihat normal? 1. Mengenal Fungsi Oil Protection pada Kompresor Kompresor merupakan "jantung" dari mesin es kristal. Untuk menjaga komponen mekanis di dalamnya berputar dengan lancar, pompa oli menyalurkan pelumas ke seluruh bagian bergerak. Sistem Oil Protection berfungsi mengawasi selisih tekanan oli (diferensial tekanan). Jika sistem mendeteksi tekanan oli drop atau sirkulasi pelumas terganggu, modul akan mematikan mesin secara otomatis demi mencegah kerusakan kompresor. 2. Langkah Diagnosis Kasus Pada analisis di lapangan yang ditunjukkan dalam video, penanganan dilakukan secara bertahap untuk menemukan akar masalah: Pengecekan Oil Pressure Gauge: Jarum indikator tekanan oli terlihat bergoyang tidak stabil dan memicu sistem proteksi menghentikan kerja mesin [00:00]. Pemeriksaan Suhu Fisik Kompresor: Pengecekan suhu menggunakan kamera termal (thermal camera) dilakukan untuk memastikan kompresor tidak mengalami overheating ekstrem [00:24]. Suhu fisik berada di kisaran normal (~54°C). Uji Ulang Operasional: Setelah sistem di-reset, proteksi oli tetap aktif kembali secara berulang dalam waktu singkat [00:36]. 3. Akar Masalah & Solusi Penanganan Dari hasil diagnosis, diketahui bahwa kendala utama bukan terletak pada kerusakan mekanis kompresor maupun kurangnya volume oli, melainkan pada modul sensor proteksi oli yang sudah aus/turun performanya (fatigue). Sensor yang rusak memberikan pembacaan tidak akurat (false alarm), sehingga memicu matinya mesin secara salah. Solusi Teknis: Teknisi melakukan penggantian unit modul sensor proteksi oli (oil differential pressure module) dengan komponen baru [00:45]. Setelah diganti, pembacaan sirkulasi oli kembali stabil dan mesin es dapat beroperasi normal tanpa trip. šŸ’” Edukasi & Tips untuk Pemilik Mesin Es Jangan Langsung Me-bypass Sensor: Ketika alarm oil protection aktif, jangan pernah mematikan fitur proteksi secara paksa. Selalu lakukan pengecekan tekanan dan sirkulasi oli terlebih dahulu. Gunakan Alat Ukur Presisi: Pengecekan suhu dengan kamera termal dan pemantauan pressure gauge sangat membantu membedakan antara kerusakan mekanis nyata vs. kerusakan sensor elektrikal. Lakukan Perawatan Sensor Rutin: Komponen elektronik dan sensor pada area mesin bergetar tinggi memiliki usia pakai. Penggantian modul sensor secara tepat waktu mencegah downtime produksi yang berkepanjangan